RSS Feed

Manusia dan Penderitaan II

Sebelumnya saya telah membahas apa itu penderitaan. Di sini saya akan membahas hal lain dari penderitaan.

Berbicara mengenai penderitaan, pasti banyak orang yang langsung mengkonotasikannya dengan hal-hal yang berbau kemiskinan, rasa sakit, dan yang lainnya. Namun, bagaimana kalau kita dilahirkan dengan kurang sempurna seperti layaknya teman sepermainan kita? Pernahkah kita membayangkan dilahirkan tanpa bisa melihat, atau tanpa bisa berjalan, bahkan tidak mempunyai kelengkapan beberapa indra penting dalam tubuh kita? Umumnya, kita cenderung menyesal, dan tidak sedikit dari kita yang mungkin bisa putus asa. Berikut adalah beberapa orang yang mampu menyikapi semua arti kata  “PENDERITAAN” mereka menjadi sebuah harapan baru bagi orang-orang di sekitarnya dalam menyikapi kata tersebut.

  Yoo Ye Eun adalah seorang anak perempuan tuna netra pemain piano berusia lima tahun yang belajar piano secara otodidak. Ia tidak pernah mempelajari piano secara formal tetapi bisa memainkan lagu hanya dengan mendengarnya sekali. Ia telah bermain piano sejak berusia tiga tahun setelah mendengar ibunya bernyanyi. Sejak itu, ia hanya belajar piano melalui komputer. Ia juga seorang anak angkat. Yoo Ye Eun pernah mengadakan pertunjukan bersama Connie Talbot dari Britain’s Got Talent pada suatu acara TV Korea Selatan bernama “Star King”.

 Huang Guofu  kehilangan lengannya dalam kecelakaan sengatan listrik pada usia 4. Ketika ia berusia 12, dia mengambil kuas dan mulai melukis dengan kakinya. Pada saat ia berusia 18, ia menjual lukisannya di jalanan kota-kota di seluruh Cina untuk membayar biaya perawatan medis ayahnya yang sakit. Perjalanannya dalam hidup, membuat ide dalam dirinya untukmmenekuni dunia lukis dengan menggunakan mulutnya dan kaki kanannya. Chinese Artist Huang Guofu Paints With Mouth And Feet Sekarang, pada usia 41, dia menjabat wakil kurator Museum Chongqing Talenta, menciptakan karya karya indah hanya dengan menggunakan mulutnya dan jari-jari kakinya. “Ketika kehidupan menutup satu pintu untuk Anda, ia harus berusaha membuka pintu yang lain pada saat yang sama, aku ingin membiarkan generasi muda tahu bahwa tidak ada hambatan nyata dalam kehidupan.. Satu-satunya hambatan adalah jika Anda ingin melakukannya.” kata kata bijak darinya. Chinese Artist Huang Guofu.

Dari beberapa contoh di atas, kita yang memiliki anugrah kesempurnaan dari sang pencipta sudah selayaknya bersyukur bukan?  Mereka (Yoo Ye Eun dan Huang Guofu ) yang dilahirkan dalam keterbatasan saja mampu melakukan hal besar, mengapa kita yang dilahirkan dengan lebih beruntung tidak?

Lihatlah penderitaan mereka untuk mensyukuri nikmat yang kau miliki, ya dari hal ini kita tahu bahwa Tuhan telah memberikan kita kesempurnaan tubuh. Oleh karena itu kita harus bersyukur, jangan mudah menyerah dan jangan mudah meminta atau memangku tangan kepada orang lain selagi kau masih bisa.

(dengan banyak perubahan dari saya)

Referensi:

http://www.yoga.web.id/2011/03/lihatlah-penderitaan-mereka-untuk.html

http://bimasatriani.ngeblogs.com/2010/06/03/manusia-dan-penderitaan/

http://unik-qu.blogspot.com/2011/06/huang-guofu-pelukis-dengan-kaki-dan.html

http://www.indomedia.com.au/article_images/yoo%20ye%20un%203I4DPI.jpg

http://api.ning.com/files/lH2czTUDMkOh5GLy7fhoCl4*JM0t6gDqM76AHzjiot8NWMkyk6*3pfXxE02NhWFZRKlObGbWEFmup7NOG5PwUXjlGiToGln3/HuangGuofu1.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: